Langsung ke konten utama

Postingan

Kompas dari Sudut Kota

Kompas dari Sudut Kota Riyan sanjaya “Diatas sekerat daun lontar dan jelantah itu, suluh damar menjadi kompas bagiku” Hujan masih menampakkan dirinya. Hawa dingin menyergap masuk kedalam kamar. Aku sedang duduk di sebuah benda yang berkaki empat sambil menikmati secangkir kopi di depan jendela. Hmmm... hujan ini ibarat sebuah “ jog ” yang membuat aku bernostalgia pada mereka yang telah memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi diriku atau mungkin bukan hanya diriku tapi juga setiap orang   yang pernah bersama mereka. Mungkin mereka bukanlah anak-anak spesial bagi para mereka yang meneteskan keringat keserakahan demi sebuah kursi yang kududuki saat ini. tapi mereka adalah anak-anak yang begitu berharga bagi kami yang telah memberikan banyak pelajaran tentang sebuah kehidupan. Mereka adalah segerombolan anak-anak sungai disudut kota   yang berusaha mencari perbedaan dimasa depan. Aroma mereka yang khas masih membekas tajam di hidungku. Suara riuh mereka saat...

Sedikit Tentang Emakku

heii guys, sanjay kembali update di blog nih. selamat membaca :) Sedikit Tentang Emakku Riyan sanjaya Minggu pagi ini terasa dingin. Sisa air masih terdengar dari atas rumah bekas hujan tadi malam. Hawa dingin masuk lewat celah-celah jendela. Perlahan mendesak ke arah pori-pori hingga selimut tertarik tambah kencang. Derap langkah kaki, keretongen dan sepeda motor mulai terdengar tanda hari baru telah dimulai. Di luar satu persatu manusia pergi sambil memikul keranjang. Ada juga yang berombongan karena satu arah dan tujuan. Kebon balam lah tujuan mereka. Di dapur terdengar suara seperti orang sedang memasak. Suatu hal yang biasa aku dengar setiap subuh. Emakku selalu bangun di saat sepertiga malam. Di saaat bapakku masih sibuk dengan alam mimpi dan irama dengkurannya. Disaat kami masih berada di dalam rajutan benang buatannya.   Disaat mimpi sudah melewat klimaks dan menuju endingnya. Sama seperti yang lain, emakku harus bangun pagi untuk mempersiapkan bekal yang akan ...

Mimpi anak petani karet

Nah, guys cerita pendek tentang seseorang yang berjuang untuk bisa sekolah dan akhirnya masuk SMA Negeri Sumatera Selatan dan bisa kuliah di London. Namun, ini bukan versi aslinya. cerita ini udah di edit dengan imajinasi Sanjay wkwkwk. Mimpi Anak  petani karet ini bukan asli ya wkwkwk Tidak ada yang istimewa dalam hidupku, hanya sebatas anak SM P yang memiliki mimpi dan berusaha untuk mencari perbedaan di masa depan. Hidup di pelosok desa yang mayoritas kepala keluarganya adalah buruh dan pemulung serta anak mereka yang kebanyakan Cuma lulusan SMP dan SMA membuat aku menginginkan perbedaan. Kulit hitam gelam, wajahnya penuh dengan keringat, pakaiannya lusuh tertutup jaket hitam tanpa seleting sedangkan rambutnya yang mulai ditumbuhi uban ditutupi topi yang kusam. itulah ayahku. Sebuah sepeda motor tua miliknya s elalu menemaninya pergi kekebun kaaret setiap hari .Ya, ayahku menafkahi kami dengan menjadi petani karet dengan penghasilan 500 ribu sebulan karena harg...